58bxg.com

6 Mitos tentang Nyamuk yang Seringkali Salah Kaprah

Home / News / 6 Mitos tentang Nyamuk yang Seringkali Salah Kaprah

6 Mitos tentang Nyamuk yang Seringkali Salah Kaprah

Screenshot_15

NYAMUK dapat disebutkan jadi hewan yang dijauhi oleh manusia. Terkecuali mengakibatkan gatal setelah mengisap darah, hewan itu dapat juga menebarkan penyakit seperti demam berdarah, malaria, serta zika. Walau demikian, banyak mitos yang berkembang di orang-orang tentang nyamuk. Hal tersebut kadang-kadang buat orang-orang salah kaprah dalam mengatasinya.

Merilis Business Insider, Senin (5/2/2018) berikut beberapa mitos mengenai nyamuk :

Banyak orang-orang yang yakin seandainya makanan yang tinggi vitamin B bisa buat nyamuk malas menggigitnya. Sama seperti dengan mengkonsumsi bawang putih Sayangnya, belumlah ada bukti ilmiah yang cukup untuk mensupport hal itu. Kenyataannya gigitan nyamuk di pengaruhi oleh jumlah karbondioksida yang keluar dari pada badan serta seberapa cepat metabolisme badan.

Tanaman spesifik bisa mengusir nyamuk

Tidak sedikit orang-orang yang menanam citronella atau sereh untuk mengusir nyamuk karna aromanya. Walau demikian, faedah itu sesungguhnya baru dapat dirasa jika tanaman dibakar. Sebab asap dari pembakaran tersebut yang dapat membunuh nyamuk. Sedang apabila citronella cuma dilewatkan tumbuh, yang ada jadi buat nyamuk bersarang di sekelilingnya.

Menempatkan perangkap nyamuk

Langkah tersebut memanglah dapat disebutkan efisien untuk mengusir nyamuk. Tapi sayangnya tidak cuma nyamuk yang di tangkap oleh perangkap, tetapi serangga beda yang sesungguhnya mempunyai faedah. Di bagian beda, dalam dua riset dinyatakan jumlah nyamuk yang di tangkap oleh perangkap tidaklah terlalu penting.

Menempatkan kertas pewangi di saku

Sebagian orang mungkin saja ada yang menempatkan kertas pewangi di saku atau topi manfaat mengusir nyamuk. Sesungguhnya kertas itu memanglah berhasil mengusir serangga spesifik tapi untuk tidak nyamuk.

Menyemprotkan obat anti nyamuk

Langkah beda untuk hindari gigitan nyamuk yaitu menyemprotkan obat anti nyamuk. Obat itu umumnya memiliki kandungan DEET (diethyl-meta-toluamide), picaridin, serta minyak lemon eucalyptus (OLE) atau p-menthane-diol (PMD). Beberapa bahan itu sesungguhnya tidak direferensikan karna dapat membawa dampak negatif untuk kesehatan badan.

Nyamuk cuma menggigit pada malam hari

Banyak asumsi yang keluar bila nyamuk cuma menggigit pada malam hari hingga perlindungan dimaksimalkan pada saat itu. Tapi kenyataannya di siang hari juga nyamuk tetaplah ada. Hal tersebut menunjukkan kalau nyamuk dapat menggigit setiap saat.